Wednesday, May 4, 2011

KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP (variasi makhluk hidup)

Keanekaragaman merupakan salah satu gejala yang dapat diamati, suatu fakta yang kehadirannya tidak dapat kita tolak, dan ini bersifat universal. Dalam setiap makhluk hidup ada keanekaragaman dalam hal bentuk hidup, ukuran, struktur, fungsi, perawakan, dan pada tempat atau habitatnya. Berbagai kemungkinan yang mendorong bertambahnya keanekaragaman tumbuhan antara lain factor genetik, mutasi, adaptasi, kompetisi, dan faktor lingkungan.

Menurut teori evolusi, makhluk hidup yang ada di muka bumi ini dari masa ke masa perlahan-lahan akan berubah bentuknya ke bentuk lainnya, sehingga setiap jenis makhluk hidup memperlihatkan kecenderungan untuk bervariasi. Variasi adalah penampakan dari sifat tertentu yang menyebabkan satu organisme berbeda dengan organisme lain dalam satu jenis. Variasi adalah hasil adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungannya. Berikut ini dicantumkan beberapa gejala adaptasi:

1. Homolog

Dua organ (alat tubuh) dikatan homolog jika mereka mempunyai asal (secara embriologik) yang sama. Misalnya alat gerak (ekstremitas) ikan paus dan kuda adalah homolog. Homologi ini dipakai sebagai ukuran kekerabatan makhluk hidup.

2. Analogi

Dua organ dikatakan bila mereka menunjukkan fungsi yang sama. Misalnya, insang ikan dan paru-paru kadal, fungsinya sama yaitu sebagai alat bernafas. Dua organ ini dikatakan analog.

Ada satu kaidah evolusi yang mengatakan bahwa kesamaan struktur dari makhluk hidup yang bukan bersumber dari satu nenek moyang memiliki persamaan fungsi. Secara singkat dapat dikatakan “persamaan struktur, persamaan fungsi”.

3. Homoplasi

Dua organ dikatakan homoplastik bila mereka memiliki persamaan bentuk walaupun asalnya berbeda (tidak homolog). Gejala homoplastik adalah hasil (akibat) dari adaptasi terhadap lingkungan hidupnya. Misalnya kaki belakang belalang dan kaki belakang kuda.

4. Transformasi

Dua organ atau lebih dikatakan menunjukkan gejala transformasi bila mereka adalah homolog tetapi bentuk dan fungsinya berbeda. Misalnya, sirip depan ikan paus (untuk berenang dan berbentuk dayung), sayap burung (untuk terbang dan berbentuk kipas), dan tangan manusia (untuk memegang dan berbentuk tongkat).

5. Konvergensi

Dua atau lebih makhluk hidup dikatakan berkonvergensi bila mereka berbeda dalam jenis, tetapi struktur atau bentuk badannya sangat mirip. Persamaan struktur ini adalah akibat dari adaptasi dengan lingkungan hidupnya. Misalnya, amati dan bandingkan semua hewan laut, yang bersama-sama hidup disuatu lautan. Bentuk tubuhnya sama semua seperti kapal selam.

Bandingkan bentuk tubuh: ikan hiu, ikan paus, anjing laut, semua ikan (pisces), dan lumba-lumba. Semua bentuk tubuhnya streamline (seperti kapal selam). Artinya, ujung depan dan ujung belakang lancip.

6. Divergensi

Adalah gejala yang menunjukkan struktur yang bervariasi, walaupun meraka sama-sama berasal dari satu nenek moyang, satu sumber. Inipun adalah akibat dari adaptasi terhadap lingkungannya. Perhatikan perbedaan struktur antara: kelelawar, ikan paus, lumba-lumba, kanguru, dan sapi. Bentuk tubuhnya (struktur) sangat bervariasi (berbeda-beda) walaupun mereka semua termasuk mamalia (hewan menyusui). Inilah yang disebut gejala divergensi.

7. Filogeni

Adalah sejarah perkembangan filum atau takson makhluk hidup (menggambarkan sejarah keturunan atau silsilah semua makhluk hidup yang sekarang masih ada), misalnya variasi struktur pada filogeni kuda.

8. Ontogeni

Adalah sejarah perkembangan satu individu. Misalnya variasi struktur pada ontogeni manusia.

2 komentar:

  1. tolong jelaskan struktur filogeni kuda dari zaman dulu sampai sekarang ?apa ada contoh lain selain kuda? mari kita cintai hewan dibumi ini !!!!! Faktor lingkungan apa mempengaruhi keanekaragaman makhluk hidup ????apa yah...

    ReplyDelete
  2. . tolong sebutkan gejala-gejala struktur yang bervariasi, dari keanekaragaman makhluk hidup????

    ReplyDelete